Minggu ke-4 MSIB 7 menjadi perjalanan penuh tantangan bagi PEBILA RISTI, mahasiswa PGSD Penjas. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah kasus siswa kelas 4 yang putus sekolah karena masalah percintaan, yang turut memengaruhi saudara kembarnya. Meski berat, RISTI tetap berusaha memberikan solusi dan perhatian penuh kepada siswa yang lain.
Pada hari Sabtu, RISTI melatih siswa dalam ekstrakurikuler atletik, khususnya dalam teknik sprint untuk menghadapi lomba Porseni. Ia juga membimbing siswa kelas 4 untuk gladi pentas seni dalam acara Sumpah Pemuda, bahkan terlibat langsung dalam menghias panggung bersama para guru.
Tidak hanya itu, ia juga menghadapi kendala kurangnya persiapan guru dalam beberapa acara sekolah, tetapi RISTI tetap hadir dengan ide-ide kreatif untuk menyukseskan kegiatan. Semangat pantang menyerah ini menjadi teladan bagi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi meski dihadapkan pada berbagai hambatan.
Perjuangan PEBILA RISTI di MSIB 7 membuktikan bahwa seorang calon pendidik tak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di dunia nyata. Bravo, PEBILA RISTI!
