PRODI PGSD PENJAS FPOK UPI LIBATKAN DOSEN ASING

Prodi PGSD Penjas FPOK UPI, pada Semester Genap tahun 2020 ini, mulai memperkuat jajaran staf pengajarnya dengan melibatkan dosen asing. Tidak tanggung-tanggung, dosen asing yang dimasukkan dalam squad SDM nya tersebut sekaligus berjumlah 3 orang. Hal ini, menurut Kaprodi PGSD Penjas FPOK UPI, Dr. Agus Mahendra, MA., ditempuh agar terjadi peningkatan kualitas pembelajaran yang signifikan pada proses akademiknya, sekaligus meningkatkan motivasi baik bagi mahasiswa maupun para dosen lainnya. Tentu, terkandung maksud juga, bahwa pelibatan dosen asing ini, menjadi salah satu upaya prodi untuk membantu meningkatkan rekognisi internasional bagi UPI, di mata lembaga pemeringkatan international, seperti QS dan WU.\

Kaprodi PGSD Penjas, Mahendra,  selanjutnya menjelaskan bahwa 3 orang dosen asing di Prodi PGSD Penjas ini berasal dari tiga institusi besar di luar negeri, yang bersedia membantu demi kemajuan UPI. Masing-masing, mereka adalah Professor Richard Lawrence Light, Ph.D., dari University of Canterbury, New Zealand; Prof. Chia-Hua Kuo, Ph.D., dosen dari University of Taipei, Taiwan, yang sekaligus juga Dekan dari (Dean) College of Kinesiology. Yang ketiga adalah Prof. Selina Khoo, dosen dan deputy director of Centre for Sport and Exercise Sciences, University of Malaya, Malaysia.

Adapun secara khusus, mata kuliah yang diampu oleh tiga dosen asing tersebut adalah Sport Pedagogy (Richard Light), Sport Nutrition(Chia-Hua Kuo), dan Research Methodology(Selina Khoo). Dalam prosesnya, dosen asing ini bersinergi dengan dosen setempat, dan bertanggung jawab dalam proses perkuliahan secara utuh.

Dalam kesempatan tersebut, Mahendra menyatakan juga bahwa program dosen Asing ini merupakan program khusus dari Rektor UPI, Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si., yang menantang para Kaprodi di lingkungan UPI untuk mulai berinteraksi dengan universitas di luar negeri. Untuk itu, UPI mendukung pendanaan untuk penyelenggaraan dosen asing di tiap prodi secara terpusat. Dosen asing tersebut dilaksanakan dalam format yang cukup sederhana, yaitu mereka cukup mengajar dengan menggunakan saluran on-line course yang harus dilaksanakan secara rutin seminggu sekali, dengan minimal waktu 50 menit setiap minggunya. Dengan modal tersebut, UPI tetap akan mendapat kredit poin yang positif, selama dosen asing tersebut (bersedia) terdaftar secara resmi dalam jadwal kuliah di prodi penyelenggara.

Ke depan, tentu diharapkan program dosen asing ini akan dapat ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitas dosennya. Dan untuk itu, prodi PGSD Penjas pun akan memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan program Internationalisasi prodi dengan membuka prodi Penjas International, minimal secara bertahap, dengan pertama-tama membuat program kuliah bilingual, dalam format customized program, untuk sekaligus menarik minat mahasiswa asing untuk studi di UPI. (ricky/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.